Gejala Penyakit Diare Pada Anak dan Cara Pencegahannya

Gejala penyakit diare pada anak maupun pada orang dewasa adalah keadaan buang air besar dengan feses yang mencair dalam frekuensi yang tinggi. Bahkan di beberapa negara, dehidrasi yang disebabkan oleh penyakit tersebut pada anak merupakan salah satu penyebab kematian yang paling penting. Di dalam lambung kita, makanan akan dicerna menjadi chymus atau bubur, kemudian akan dilanjutkan pada usus halus agar dapat diuraikan lebih lanjut oleh enzim-ezim pencernaan. Setelah zat-zat gizi diresorpsi oleh villi masuk ke dalam darah, sisa chymus tadi yang terdiri dari 90 % sisa makanan dan air yang sulit dicerna. Pada sistem pencernaan tadi biasanya diare terjadi karena adanya gangguan yang dapat disebabkan oleh bakteri jahat maupun virus.

Menurut teori yang sudah ada sejak zaman dulu, diare pada anak dapat disebabkan oleh peningkatan peristaltic usus tersebut, sehingga pelintasan chymus akan dipercepat dan masih banyak memiliki kandungan air pada saat meninggalkan tubuh si anak dalam bentuk feses. Akan tetapi penelitian terbaru mengenai gejala penyakit diare pada seorang anak terjadi karena bertumpuknya cairan pada usus yang dapat mengakibatkan terganggunya resorpsi air yang terjadi hiperskreasi. Untuk pencegahannya, berikut akan saya paparkan:

1 . Berilah seorang anak makanan yang memiliki kandungan pectin yang dapat membantu penyerapan air dalam tubuh anak anda. Makanan yang mengandung kandungan tersebut diantaranya seperti pisang, apricot, apel, kentang dan wortel. Anda dapat mengolahnya menjadi suatu masakan seperti sayuran dengan tambahan bahan-bahan lainnya yang disukai oleh anak anda agar dapat meningkatkan nafsu makannya.

2 . Pilihlah makanan yang mudah untuk dapat dicerna seperti bubur ataupun nasi tim yang disukainya. Makanan tersebut juga mampu dengan mudah untuk dapat diserap oleh tubuh mereka.

3 . Berikan juga jus buah-buahan alami yang memiliki sifat netral agar dapat mengganti cairan yang hilang dari dalam tubuh si kecil. Jus yang anda buat dan yang diberikan janganlah terlalu masam.

4 . Terakhir, jangan pernah memberikan si kecil makanan yang dapat memicu terjadinya penyakit tersebut sepeti pemanis buatan, makanan yang digoreng, makanan berserat dan juga kubis.