Pengalaman Terserang Disentri

Terserang DIsentri

Ada kalanya penyakit disentri menyerang di tempat-tempat yang tidak kita duga. Hal ini merupakan pengalaman saya sendiri. Dua bulan yang lalu setelah pulang dari sebuah rumah makan anak saya tiba-tiba demam tinggi. Awalnya saya kira anak saya terserang demam biasa. Kemudian setelah diberi obat penurun panas memang suhunya turun, tapi beberapa jam kemudian suhu tubuhnya naik lagi. Kali ini bahkan lebih tinggi dari sebelumnya, yaitu hingga 37 derajat.

Yang saya ketahui jika panasnya sudah tinggi seperti itu akan lebih baik jika saya periksakan ke dokter. Karena suhu tubuh yang terlalu tinggi bisa sampai merusak fungsi otak. Tentu saya tidak ingin hal itu terjadi. Saat itu juga saya dan istri membawa anak saya ke dokter. Setelah diperiksa sang dokter menyarankan saya untuk segera cek darah di laboratorium. Karenan penangannan yang diberikan pun harus tepat. Awalnya saya kira mungkin anak saya terserang demam berdarah atau demam tinggi yang disebabkan oleh virus lainnya. Lalu setelah hasil tes laboratorium keluar barulah saat itu ketahuan bahwa anak saya terserang penyakit disentri.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang biasanya terdapat di kotoran. Kemungkinan besar kotoran itu ada di rumah makan, di tempat sebelum anak saya terserang demam. Tapi herannya saya dan istri saya pun makan di tempat tersebut, namun hanya anak kami yang terserang. Dokter bilang hal itu karena anak-anak masih rentan terhadap penyakit. Untunglah dokter memberikan penanganan yang tepat dan dalam waktu dua hari anak kami pun sudah sembuh kembali.