Pacar Pilihan

Lipton Ice Tea

Lipton Ice Tea

Ketika mengetahui di suatu minimarket tidak terdapat Lipton Ice Tea, Aldi berangsut keluar lagi. Saya bilang padanya bahwa masih banyak minuman teh dengan merk yang lain yang bisa dia pilih, tapi mentah-mentah Aldi menolak usulan saya itu. Sudah lama saya mengenal Aldi dan dia tidak pernah berubah. Jika sudah muncul satu keinginannya maka hal itu harus diwujudkan, dia tidak mau menyerah. Ini baru soal minuman yang bisa dibilang bukan hal yang penting-penting amat, apalagi dalam soal lainnya.

Walaupun begitu saya tetap menyayanginya, namanya juga pacar sendiri. Segala kekurangan dan kelebihannya harus kita terima apa adanya. Jika dia memang hanya ingin Lipton Ice Tea dan tidak ingin merk minuman yang lain maka tak apalah, apapun yang dia inginkan selagi saya mampu maka akan saya antarkan. Minuman itu memang sedang jadi minuman favoritnya belakangan ini. Dia benar-benar menyukainya. Dan saya pun jadi ikut terbawa, meski bagi saya jika dalam kondisi panas dan haus seperti ini minuman apapun jadi. Tapi tidak dengan Aldi. Dia harus mendapatkan apa yang dia inginkan.

Sebenarnya ada satu keuntungan yang saya sadari dari sikap Aldi yang bersikukuh dengan keinginannya itu. Kenyataan bahwa Aldi seorang yang sangat pemilih adalah dia memilih saya untuk menjadi pacarnya. Itu berarti saya benar-benar perempuan yang diinginkannya untuk menjadi pacarnya. Bukan yang lain. Saya benar-benar perempuan pilihannya. Dan pikiran itu jugalah yang sebenarnya membuat saya setia padanya.

Sumber . . .




Leave a Reply

Your email address will not be published.