Kisahku Menaklukkan Calon Mertua

apple tea

apple tea

Fani bilang ayahnya suka apple tea dan pada malam itu buah tangan tersebut yang saya bawa ke rumahnya. Baru kali ini saya berkunjung ke rumah Fani dan saya sebagai orang yang baru pertam kali bertamu ke rumahnya ingin memberikan kesan yang baik. Waktu pertama kali Fani memberitahu saya kesukaan ayahnya itu saya agak terkejut, karena biasanya selama ini yang saya ketahui seorang bapak biasanya minum kopi atau sukanya martabak atau yang lainnya tapi teh dengan rasa apel? Rasanya baru kali ini saya mendengarnya.

Akhir pekan telah tiba dan saya tidak mungkin datang ke rumahnya tanpa membawa apa-apa. Jadilah, pada siang harinya saya keliling kota masuk dari satu supermarket ke supermarket lain untuk mencari apple tea tersebut. Tadinya saya sudah hampir putus asa, tapi di sebuah supermarket di bilangan utara kota saya menemukannya.

Kiranya takdir mengijinkan saya untuk datang ke rumah Fani, dan syukur-syukur bisa menyenangkan hati ayahnya. Kebetulan ketika sampai di rumahnya ayahnya sendiri yang membukakan. Saat itu saya berusaha tenang meskipun sebenarnya di dalam hati saya merasa begitu grogi. Belum apa-apa sudah bertemu dengan ayahnya lagi.

Lalu sebelum Fani keluar saya sempat berbincang sedikit dengan beliau. Pada kesempatan itu saya memberikan buah tangan yang saya bawa. Dan melihat hal tersebut dia menjadi sumringah. Katanya sudah lama dia tidak meminumnya. Terang saja saya pun menjadi senang. Ayahnya bilang sejak saat itu kapanpun saya mau datang ke rumahnya maka dia akan mempersilakan. Syukurlah ternyata usaha saya tidak sia-sia.




Leave a Reply

Your email address will not be published.