Resiko Bayi Prematur

Resiko Bayi Prematur

Resiko Bayi Prematur

Melahirkan adalah proses mengeluarkan bayi dari rahim ibu setelah usia kandungan mencapai cukup bulan yaitu 9 bulan. Kelahiran bayi di Indonesia sangat pesat. Kelahiran pun tidak memandang suku atau status ekonomi. Hal inilah yang menjadi penyebab terjadinya kepadaan penduduk di Indonesia. Bagi setiap pasangan suami-istri tentu sudah mempersiapkan kelahiran bayi dengan matang, baik secara finansial maupun perlengkapan setelah melahirkan. Salah satu persiapan yang penting dilakukan bagi calon ibu adalah memeriksakan kesehatannya dan berkonsultasi kepada dokter tentang kesiapannya untuk hamil. Meskipun sepele, tetapi ini penting untuk mencegah terjadinya kelahiran lebih cepat, atau Bayi Prematur.

Bayi yang lahir secara premature memiliki beberapa risiko kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Bayi prematur berisiko lebih rentan terkena gizi lebih atau gizi kurang jika tidak ditangani dengan baik. Selain itu, secara mental, rentan terkena permasalahan seperti depresi, psikosis, gangguan bipolar di kemudian hari. Hal ini dapat terjadi karena sistem metabolisme tubuh dan perkembangan otaknya yang belum sempurna. Sehingga perlu perhatian khusus bagi bayi yang lahir secara premature.

Bagi pasangan muda, juga harus diperhatikan usia ibu. Karena salah satu penyebabnya adalah usia ibu yang terlalu dini (kurang dari 17 tahun). Ibu yang hamil diusia muda berisiko kurang dapat memenuhi kebutuhannya selama hamil, terutama untuk kelahiran anak kedua.

Chandra Kusumah




Leave a Reply

Your email address will not be published.