Awasi Perkembangan Emosi Anak

Emosi Anak

Emosi Anak

Setiap manusia pasti akan mengalami perubahan emosi, terlebih pada anak-anak yang emosinya masih cukup labil dan terkadang belum mampu mereka kontrol. Perkembangan anak dari segi emosi jarang sekali diperhatikan oleh para orang tua, rata-rata orang tua hanya memperhatikan perkembangan fisik. Masa kanak-kanak adalah masa dimana mereka menggali secara terus menerus potensi diri yang mereka miliki dengan rasa keingintahuan yang begitu tinggi. Hal ini bisa juga dipengaruhi berbagai macam faktor dari keluarga mau pun dari lingkungan sekitarnya. Orang tua bisa menjadi guru yang baik saat anak tidak pergi ke sekolah. Anak yang pintar secara akademis mau pun sosial namun jika ia tidak pintar secara emosional maka hidupnya pasti akan terasa sulit. Misalnya saja saat anak sedang bersama teman-temannya tiba-tiba ada yang tidak sengaja membicarakan sesuatu yang tidak ia sukai, seketika ia menjadi sosok pemarah dan tidak mampu mengendalikan emosinya dan membuat teman-temannya menjauh. Semua hal dalam hidupnya harus seimbang dan keseimbangan tidak dapat diperoleh dalam waktu singkat.

Mendidik emosi anak sedari kecil sangat disarankan karena pada usia sedini mungkin anak masih mudah untuk dibentuk jika dibandingkan membentuk kepribadian anak pada usia sekolah karena sudah banyak faktor dari luar rumah yang mempengaruhinya. Pada usia 4-5 tahun anak mulai bisa menunjukkan emosinya, orang tua akan bisa lebih memahami dan memberikan contoh yang baik bagaimana mengatasi masalah tanpa melibatkan emosi. Jangan mengharapkan anak akan dapat mengerti bagaimana memiliki emosi yang baik dengan instan, semua hal memerlukan proses yang tidak sebentar. Karena itulah setiap orang tua wajib memantau perkembangan anak dari segi emosi, sosial, intelegensi, dan juga religi.




Leave a Reply

Your email address will not be published.