Revolusi Pedoman Pola Makan Seimbang

Pola Makan Seimbang

Pola Makan Seimbang

Istilah 4 sehat 5 sempurna tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita. Istilah ini pertama kali dikemukakan oleh Bapak Gizi Indonesia sekitar tahun 1950. Namun, tahukah bahwa istilah tersebut sudah tidak lagi sesuai dijadikan sebagai pedoman pola makan seimbang?

Semboyan 4 sehat 5 sempurna kini dianggap tidak lagi tepat untuk menggambarkan pola makanan seimbang karena tidak memuat informasi mengenai banyaknya porsi. Semboyan ini membagi makanan menjadi 5 kelompok, yaitu nasi, lauk-pauk, sayur, dan buah-buahan yang merujuk pada kata ‘4 sehat’, dan susu untuk kata ‘5 sempurna’. Selain itu, semboyan ini juga memberikan gambaran bahwa susu merupakan penyempurna menu makan kita. Padahal sebenarnya kandungan gizi susu juga dapat digantikan oleh makanan lain.

Karena itulah sekarang ini mulai digemparkan istilah piramida makanan. Seperti bentuknya dari bawah ke atas, piramida akan semakin mengecil. Bentuk itulah yang memberikan informasi mengenai banyaknya porsi yang harus dikonsumsi. Adapun yang paling banyak dikonsumsi adalah yang berada di dasar piramida, yaitu air. Selanjutnya diikuti dengan makanan pokok; sayuran dan buah-buahan; protein dan lemak nabati/hewani termasuk susu dan olahannya; serta minyak, garam, dan gula yang berada di ujung piramida.

Piramida makanan juga menjelaskan bahwa kebutuhan gizi masing-masing orang akan berbeda, yang disesuaikan dengan usia dan tingkat aktivitas. Piramida makanan juga memberikan informasi pentingnya aktivitas fisik berupa olahraga, untuk mendukung keseimbangan antara asupan dan pengeluaran untuk menghindari kurang gizi ataupun kegemukan. Dengan kata lain, piramida makanan tidak hanya memberikan informasi mengenai pola makan seimbang yang benar, tetapi juga tips kesehatan yang tidak kalah penting untuk diperhatikan.

Etika Rezkina




Leave a Reply

Your email address will not be published.